Skip to content

KLIWONWIN 🌙 Kliwon itu nama hari atau penanda dalam kalender Jawa? Memahami perbedaan pasaran, weton, dan tanggal Masehi membantu membaca sebutan waktu tanpa mencampuradukkan istilahnya

By kliwonwin

Before you buy

  • Review the item preview
  • Check software compatibility
  • Read the license terms
  • Check the included files
Already have an account? Sign in
Sign in

Product details

Kliwon bukan nama hari dalam siklus mingguan tujuh hari. Kliwon adalah satu dari lima nama pasaran dalam kalender Jawa, bersama Legi, Pahing, Pon, dan Wage. Jadi, jika disebut "hari Kliwon", Kliwon merujuk pada pasarannya, bukan menggantikan nama seperti Ahad atau Senin. [1]

Pasaran dan hari mingguan adalah dua siklus berbeda

Kalender Jawa memakai siklus mingguan yang terdiri dari tujuh hari, Ahad sampai Sabtu, serta siklus pancawara yang terdiri dari lima pasaran. Kedua siklus itu berjalan bersama, sehingga satu tanggal dapat disebut dengan nama dari masing-masing siklus, misalnya Jumat Legi. [1]

Di sinilah Kliwon berada: pada sisi pasaran. Nama itu tidak menunjukkan hari tertentu dalam siklus tujuh hari. Pasaran lengkapnya ialah Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. [1]

Weton menunjukkan pasangan hari dan pasaran

Weton dapat dipahami sebagai pasangan nama hari mingguan dan pasaran yang bertepatan. Dalam pasangan "Jumat Legi", Jumat berasal dari siklus tujuh hari, sedangkan Legi berasal dari pancawara. Kliwon sendiri hanya unsur pasarannya; bila dipasangkan dengan nama hari mingguan, barulah keduanya membentuk sebutan yang lebih lengkap. Kalender Jawa memang menyusun pola waktu dengan menggabungkan kedua siklus tersebut. [1]

Sumber kalender memberi contoh bahwa 1 Sura pada tahun Alip ditetapkan jatuh pada Jumat Legi. Contoh ini memperlihatkan perbedaan antara satu unsur pasaran dan gabungan nama hari dengan pasaran. [1]

Tanggal Masehi adalah acuan penanggalan yang berbeda

Tanggal Masehi menyebut tanggal menurut penanggalan Masehi, sedangkan Kliwon menandai posisi dalam siklus pasaran Jawa. Kalender Jawa memiliki perhitungan yang memadukan periode bulan, siklus tujuh hari, dan siklus lima pasaran; karena itu, angka tanggal Masehi dan nama pasaran bukan dua sebutan untuk hal yang sama. [1]

Ringkasnya, Kliwon adalah pasaran, weton adalah pasangan hari mingguan dan pasaran, sedangkan tanggal Masehi merujuk pada penanggalan Masehi. Memisahkan ketiga istilah ini membuat sebutan waktu lebih mudah dibaca tanpa menganggap Kliwon sebagai nama hari mingguan atau tanggal Masehi.

Sumber

  • [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Kalender Jawa. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29572678&title=Kalender_Jawa (diakses 2026-10-17).